MENJEMPUT RIZKI YANG DIBAGIKAN TUHAN
oleh : SUNARTO AS.
Rizki sering kali dipahami secara sempit,
yaitu “uang”. Padahal rizki itu bukan hanya uang, apakah itu uang rupiah,
dollar, reyal atau dinar atau lainnya. Rizki adalah “segala sesuatu yang bisa
digunakan untuk memelihara, baik kehidupan manusia atau mahluk Tuhan lainnya”.
(M. Quraish Shihab, ibid, hal.383.)
Menurut kaca mata agama rizki ada dua
macam, yaitu pertama, rizki materi dan kedua, rizki spiritual. Sementara yang
banyak dikejar dan dicari manusia adalah rizki material. Rizki material ini tidak
akan dapat memuaskan manusia, apalagi membahagiakan, bahkan sering kali
menjerumuskan dan mencelakakan manusia. Maka rizki material harus “dijemput”
disertai dengan menjemput rizki spiritual. Mengapa rizki Tuhan harus dijemput
bukan dicari? Filosofinya, karena rizki itu sudah ditetapkan Tuhan bagi setiap
hambanya, berarti rizki itu sudah ada, jadi tinggal kita menjemputnya, karena
menjemput, pasti sudah ada yang dijemput. Sebagaimana seorang suami yang
menjemput istrinya, pasti istri itu sudah ada dan sedang menunggu jemputan
suaminya.(AA Gim, menejemen Qalbu.) Oleh karena itu rizki Tuhan jangan dacari, karena kalau mencari berarti rizki itu belum
ada. Padahal rizki itu bagi setiap orang sudah diciptakan Tuhan plus
takarannya, untuk itu jemputlah rizki Tuhan dan kendaraan untuk menjemput rizki
itu adalah bekerja keras dijalan yang halal dan berdoa mengharap rizki yang kita jemput itu di
pertemukan dengan kita oleh Tuhan. Firman Allah SWT “Maka mintalah rizki itu
disisi Allah, sembahlah Dia dan bersyukulah kepadaNya, dan hanya kepadaNyalah
kamu akan dikembalikan”. (QS : Al Ahzab, ayat, 17.) Semoga setiap rizki yang
kita jemput adalah rizki yang barokah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar